Menjelang 2026, Pasokan Pangan Terjaga dan Harga Relatif Stabil

By Admin


nusakini.com, Jakarta – Menjelang tahun 2026, harga berbagai komoditas pangan secara nasional terpantau relatif stabil, bahkan sejumlah komoditas menunjukkan tren penurunan. Kondisi ini sejalan dengan terjaganya pasokan dan kelancaran distribusi sebagai hasil penguatan pengawasanpemerintah dalam menjaga stabilitas harga selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Mengacu pada Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga pangan rata-rata nasional di pasar tradisional pada Rabu (31/12/2025) atau jelang Tahun Baru 2026 menunjukkan tren melandai dibandingkan pada periode Natal pekan sebelumnya.

Perkembangan ini mencerminkan mulai terjadinya penyesuaian pasar setelah peningkatan konsumsi selama libur akhir tahun, meskipun beberapa komoditas masih bertahan di level relatif tinggi.

Untuk komoditas beras, harga pada akhir 2025 terpantau stabil di seluruh segmen kualitas. Beras kualitas bawah I tercatat di kisaran Rp14.450 per kilogram dan kualitas bawah II Rp14.400 per kilogram. Pada segmen menengah, beras kualitas medium I berada di kisaran Rp15.900 per kilogram dan medium II Rp15.800 per kilogram, sementara beras kualitas premium relatif tidak berubah.

Sementara itu, harga beras kualitas premium relatif stabil. Beras super I tercatat sebesar Rp17.100 per kilogram dan super II Rp16.650 per kilogram.

Pada komoditas cabai, harga menunjukkan dinamika yang beragam. Cabai merah besar dan cabai merah keriting tercatat menurun masing-masing menjadi Rp47.900 dan Rp49.850 per kilogram.

Pada komoditas protein hewani, harga daging ayam ras segar tercatat di kisaran Rp41.900 per kilogram. Harga telur ayam ras mengalami penurunan dan berada di level Rp32.950 per kilogram, sementara harga daging sapi cenderung stabil di kisaran Rp142.500 per kilogram untuk kualitas I dan Rp134.650 per kilogram untuk kualitas II.

Untuk komoditas lainnya, harga gula pasir kualitas premium tercatat Rp19.900 per kilogram dan gula pasir lokal Rp18.200 per kilogram. Adapun harga minyak goreng curah berada di level Rp18.900 per liter, sementara minyak goreng kemasan bermerek I dan II masing-masing berada di kisaran Rp22.600 dan Rp21.550 per liter.

Normalisasi pasokan serta menurunnya intensitas belanja rumah tangga turut berkontribusi terhadap stabilisasi harga di tingkat konsumen menjelang pergantian tahun.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada para pedagang yang telah mematuhi ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET), sekaligus menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang melanggar aturan.

“Kepada saudara-saudara yang sudah lmenjual komoditas pangan di bawah HET, kami ucapkan terima kasih. Namun, untuk harga yang masih tinggi kami minta Satgas Pangan turun langsung melakukan pengecekan hingga ke tingkat produsen. Sekali lagi, bukan pengecernya yang ditindak, tetapi produsennya yang akan kami telusuri,” tegas Mentan Amran di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Mentan Amran menegaskan bahwa stok pangan nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi, sehingga tidak ada alasan terjadinya kenaikan harga, khususnya untuk komoditas pangan pokok strategis seperti beras, minyak goreng, dan gula konsumsi. 

“Saat ini beras dan minyak goreng tidak ada alasan untuk naik karena produksinya tinggi. Hal yang sama juga berlaku untuk gula putih, di mana produksi dalam negeri terus meningkat. Jadi, tidak ada alasan harga naik,” ujar Mentan Amran.

Ia menegaskan pemerintah akan terus mengawal stabilitas pasokan dan harga melalui pemantauan intensif serta turun langsung ke lapangan. 

“Kami akan terus mengawal, memantau, dan turun langsung. Insya Allah swasembada dapat terwujud dalam waktu singkat. Mudah-mudahan semua berjalan sesuai harapan dan tidak ada gangguan dalam beberapa hari ke depan,” pungkas Mentan Amran. (*)